Oksigen Makin Langka Di India
Oksigen Makin Langka Di India, Satu Tabung Bisa Seharga Rp 27 Juta

Jumat, 30 April 2021 - 03:40:28 WIB


Wartariau.comTusunami Covid-19 yang menerjang India telah menekan fasilitas kesehatan. Antrean pasien yang terus berdatangan membuat permintaan oksigen tinggi, sementara pasokan berkurang.

Setiap harinya, India melaporkan lebih dari 300 ribu kasus Covid-19. Angka kematian harian mencapai rekor tertinggi pada Rabu (28/4), yaitu 3.293 kematian sehari.

Meski begitu, banyak pihak memperkirakan angka kematian harian di India 20 kali jauh lebih tinggi daripada yang tercatat. Itu lantaran banyak negara bagian yang tidak melaporkan kematian Covid-19 jika ada komorbid.

"Saya dapat dengan mudah mengatakan bahwa sekitar 1.000 kasus Covid-19 dimakamkan setiap hari. Angka ini tujuh hingga delapan kali lebih tinggi dari angka resmi," kata manajer salah satu krematorium di Delhi, seperti dikutip Daily Telegraph.

Dengan tingginya kasus Covid-19, kebutuhan oksigen juga meroket.

Meskipun ventilator darurat dan konsentrator oksigen datang dari Inggris, Australia, Jerman, dan Irlandia, nyatanya masih terjadi kekurangan oksigen di sebagian besar negara bagian.
Karena pasokan yang kurang, banyak kerabat pasien yang terpaksa mencari oksigen secara mandiri hingga ke pasar gelap.

Di Delhi, harga satu tabung oksigen di pasar gelap dijual seharga 1.900 dolar AS atau setara dengan Rp 27 juta (Rp 14.500/dolar AS).

Padahal, harga normal untuk satu tabung oksigen hanya 115 dolar AS atau Rp 1,6 juta.

Namun, opsi ini hanya terbuka untuk orang India yang lebih kaya. Sementara mereka yang tidak mampu hanya berpasrah diri.

Bukan hanya tabung oksigen, harga obat-obatan yang kerap dipakai pasien Covid-19 juga ikut meroket.

Seorang penduduk Delhi menyebut harus membayar sebesar Rp 8,4 juta untuk sebotol remdesivir. Sementara harga normal hanya Rp 341 ribu.


Berita Terkait :