Kasus Covid RI Meningkatk
Kasus Covid RI Meningkat, Pengamat Kritik Kebijakan New Normal Ala Jokowi

Kamis, 28 Mei 2020 - 11:05:43 WIB


Wartariau.com -  Pengamat Kebijakan Publik UIN Suska Riau Elfriandi mengkritik penerapan kebijakan new normal oleh Presiden Jokowi. Menurutnya penerapan itu terlalu dini dilakukan tanpa melihat perkembangan data kasus covid-19. 


"Dalam mengambil keputusan dan menetapkan new normal itu hendaknya harus berpegang pada data jumlah covid-19 di Indonesia. Dan yang sama kita ketahui sampai saat ini masih tinggi jumlah kasusnya yang mencapai 20 ribu lebih, "kata Elfriandi kepada Riau24. com. Kamis 28 Mei 2020.


Dan lagi katanya new normal yang digaungkan pemerintah juga belum terkonsep dan tersosialiasikan secara masif di masyarakat. Sehingga sangat dikhawatirkan masyarakat awam beranggapan bahwa Mal di buka dalam penerapan new normal ini. 


"Jadi saran saya tunggu dulu lah kondisi normal dulu baru terapkan new normal, "pintanya.


Kemudian terkait dibatasinya 50 persen penjung di Mal di masa new normal, menurut Dia kebijakan itu sangat beresiko dan riskan  dalam penyebaran virus corona. Sebab pengontrolan masyarakat sangat susah. Karna pengunjung yang berkunjung tidak hanya berasal dari zona merah juga zona hijau. 


"Jadi apakah bisa dikontrol. Maka dari itu saya melihatnya terlalu dini diterapkan seperti itu, dengan cara membuka Mal, " katanya. 


Elfriandi juga memberikan saran daripada Mal dibuka alangkah baiknya pemerintah dalam penerapan new normal bisa diterapkan pada masyarakat yang tatanan pekerjaanya yang selama ini tidak dibolehkan sekarang diperbolehkan. 


"Coba jangan di Mal dulu tapi penerapan new normal pada masyarakat yang tatanan pekerja yang selama ini tidak dibolehkan sekarang dibolehkan lalu kita pantau. Apakah ada peningkatan kasus atau tidak, tapi kalau aman baru kita buka sektor publik yang lebih banyak lagi. seperti buka toko kecil yang tidak menyediakan makanan kita lihat perkembanganya, "pungkasnya.


"Tapi saat ini kita lihat langsung dibuka mal yang cukup riskan penyebaran wabah corona ini, "timpalnya.



Berita Terkait :