Menko PMK: Sebaran Daerah Tertinggal Sebagian

Menko PMK: Sebaran Daerah Tertinggal Sebagian Besar Berada di Wilayah Papua

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. 

WARTARIAU.COM, PEKANBARU - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengungkapkan daerah yang masih tertinggal sebagian berada di wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat.

 

Selain itu, sejumlah wilayah di Kepulauan Nias, Sumatera Utara juga masuk daerah yang masih tertinggal.

 

"Sebagian besar di Papua, Papua, Papua Barat dan Sumatera Utara itu di Nias, Kepulauan Nias hampir semuanya kecuali Gunung Sitoli, yang lain Nias Utara, Nias Barat saya sudah kunjungi semua itu pulau Nias," ungkap Muhadjir di Kantor Kemenko, Jakarta, Selasa (22/3/2022).

 

Muhadjir mengatakan percepatan pembangunan daerah tertinggal merupakan tanggung jawab pemerintah daerah.

 

Koordinasi baik secara vertikal maupun horizontal serta kerja sama antarpihak harus harus terjalin dengan baik.

 

“Ini sebetulnya tanggung jawabnya di pemerintah daerah. Karena itu, biar kita di pusat melakukan inisiatif seperti apapun, kalau tidak ada inisiatif atau kesungguhan dari daerah-daerah untuk menangani memang tidak akan maksimal," tutur Muhadjir.

 

Ia pun mengingatkan sejatinya suatu daerah yang dinyatakan tertinggal per-kabupaten belum tentu seluruh desanya tertinggal.

 

Begitu pun sebaliknya, daerah yang telah dinyatakan bebas dari ketertinggalan bukan berarti seluruh wilayahnya hingga ke desa benar-benar telah bebas dari ketertinggalan.

 

“Jadi untuk kabupaten yang sudah dinyatakan bukan daerah tertinggal, tolong juga dipelototi betul kecamatannya, desa-desanya yang ada di daerah itu, barangkali juga masih banyak desa tertinggalnya. Begitu juga provinsi," kata Muhadjir.

 

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024, target daerah tertinggal terentaskan pada akhir tahun 2024 yakni sejumlah 25 kabupaten dari total 62 kabupaten daerah tertinggal. tribunnews.com