Ciri-ciri Orang Mengaku Pegawai KPK
Terungkap! Ciri-ciri Orang Mengaku Pegawai KPK yang Terima Rp 650 Juta dari Bupati Kuansing

Kamis, 09 September 2021 - 11:56:34 WIB


Wartariau.com, Pekanbaru - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) digemparkan oleh kasus korupsi terdakwa Bupati Kuansing periode 2015-2020, Mursini yang disidangkan di Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru. Ada orang mengaku pegawai KPK yang menerima uang sebesar Rp 650 juta dari mantan Ketua DPW PPP Riau tersebut. KPK kelabakan membantah kabar miring tersebut dan meminta Mursini mengungkapnya terang benderang.
Teka-teki siapa orang yang mengaku pegawai KPK menerima 'setoran' dari Mursini mulai terungkap. Dalam persidangan, Rabu (8/9/2021), saksi M. Saleh memaparkan ciri-ciri umum pria misterius tersebut. Menurutnya, pria tersebut berpostur badan besar dan tubuhnya tinggi. Warna kulitnya hitam.

"Badannya besar dan tinggi. Kulitnya hitam," kata Saleh saat ditanya oleh jaksa.

Saleh adalah mantan Kabag Keuangan Setdakab Kuansing. Ia adalah orang yang diperintah oleh terdakwa Mursini untuk menyiapkan setoran pertama ke oknum mengaku pegawai KPK sebesar Rp 500 juta. Uang diserahkan kepada Verdi yang merupakan mantan Bendahara Pengeluaran Setdakab Kuansing. Verdi dan Saleh sudah berstatus terpidana dalam kasus korupsi yang menyeret terdakwa Mursini.

Verdi berangkat bersama Aprigo Roza alias Rigo ke Batam, Kepulauan Riau untuk menyerahkan uang setoran tahap pertama itu. Sebelum berangkat, Verdi juga dititipi sebuah ponsel Nokia 3310 dan sebuah tas oleh Mursini. Dalam ponsel tersebut hanya tersimpan nomor kontak orang yang mengaku pegawai KPK.
Turun dari pesawat, Verdi lantas menghubungi nomor seluler tersebut. Keduanya berjanji ketemu di halaman parkir Bandara Hang Nadim, Batam. Uang pun diserahkan Verdi ke pria yang sedang dicari-cari karena berpotensi mencoreng nama baik KPK.

Untuk setoran kedua atas perintah terdakwa Mursini sebesar Rp 150 juta, diserahkan langsung oleh Saleh. Pemberian uang tahap kedua untuk oknum mengaku pegawai KPK ini terjadi sebulan setelah setoran pertama. Lagi-lagi, Saleh diberikan sebuah ponsel Nokia 3310 yang hanya berisi nomor kontak oknum tersebut. Sampai di Batam, Saleh menghubungi orang yang berperawakan besar berkulit hitam tersebut. Uang pun berpindah dan mereka langsung bubaran.

Pemberian uang total Rp 650 juta kepada oknum pegawai mengaku dari KPK tersebut diduga berasal dari dana yang disisihkan dari anggaran rutin Setdakab Kuansing. Ini masuk dalam salah satu daftar rincian uang yang mengalir ke Mursini, sebagaimana dakwaan jaksa.

Komisi antirasuah melalui juru bicaranya, Ali Fikri meminta Mursini memberikan data lengkap oknum yang mengaku pegawai KPK tersebut. KPK berkepentingan menelusuri kebenaran informasi tersebut.
"Meskipun peristiwanya terjadi pada tahun 2017 lampau, kami tetap mendorong pihak terdakwa (Mursini, red) bisa membantu kami menelusuri pihak dimaksud. Apakah benar merupakan pegawai KPK atau bukan," kata juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangan tertulis yang diterima RiauBisa.com, Rabu (9/1/2021) lalu.

Ali mengakui bahwa kejadian yang sama sudah sering terjadi dan telah memakan banyak korban. Sejumlah pelakunya pun telah ditangkap.

"Di lain sisi, kami tak bosan mengingatkan seluruh masyarakat, termasuk para pihak yang sedang berperkara di KPK, untuk selalu waspada dan hati-hati kepada oknum yang mengaku sebagai pegawai KPK dan melakukan tindakan pemerasan," kata Ali saat itu. (*)



Berita Terkait :