Wanita Stress Tanpa Busana Akhirnya Dijinakkan Sat Pol PP

Sempat Lempari Warga, Wanita Stress Tanpa Busana Akhirnya Dijinakkan Sat Pol PP Bersama Warga

Wartariau.com DURI-BENGKALIS, Warga seputaran Hangtuah Duri, Desa Batang Dui Kecamatan Bathin Solapan dihebohkan adanya seorang Wanita tanpa busana yang diduga stress.
Warga sempat takut karena Wanita ini sempat melempari warga yang mencoba mendekati hendak membantunya.
Padahal niat warga hanya mau memberi Pakaian berupa sarung dan Baju Terusan agar tertutup aurat wanita yang belum diketahui identitasnya itu.
Menurut pengakuan seorang ibu, sejak pagi wanita itu sudah berada dalam sebuah pondok tenda biru yang ada di Hangtuah tidak jauh dari lampu merah dan dekat dengan sebuah Hotel disana.
“Dah dari tadi pagi dia disitu, bukan cuma saya yang dilempari, bapak itu juga dilempar dengan batu, padahal kami hanya mau ngasih pakaian dan sarung ini”, kata seorang ibu kepada awak media JURNAL POLRI sambil menunjukkan kain sarung dan baju yang akan dia beri kepada wanita tanpa busana itu, Rabu 11/8/21, pagi sekira pukul 09.59 Wib.
Ibu tua yang baik hati itu juga sebutkan, ada sebuah pakaian yang diberikan warga namun dibakar wanita yang diduga stress itu, hingga warga pun semakin takut.
Bukan itu saja, Ibu itu mengatakan bahwa wanita tanpa busana yang disangka gila itu tidak bisa didekati, jika didekati pasti dilempar dengan batu.
Akibat aksi yang dilakukan wanita itu, membuat warga penasaran ingin melihatnya. Tampak petugas Sat Pol PP berupaya melakukan pendekatan kepada wanita yang menarik perhatian warga sekitar.
Bersama awak media, Pak Nazrin selaku Kasat Lintas Sektoral dari Sat Pol PP ini berupaya melakukan pendekatan dengan membawa kain sarung untuk dipakaikan kepada wanita itu.

Walau memakan waktu cukup lama bahkan wanita ini sempat menghantuk-hantukkan kepalanya ke meja, akhirnya Sat Pol PP bersama rekan media dan warga disana berhasil membujuk agar wanita itu mau memakai baju dan celana untuk menghindari pornografi.
“Yang penting dia pakai baju dulu, baru kita tanyai”, kata Nasrin kepada warga disana.
Sejumlah warga prihatin dengan keadaan wanita ini, ada yang memberikan pakaian, ada juga yang membelikan makanan dan minuman.
“Tolong Pak belikan makanan dan minuman untuk Kakak ini”, pinta Boru Siregar sambil memberikan sejumlah uang kepada Pak Sat Pol PP.

Seusai berpakaian dan diberi makan serta minum, diinterogasi, akhirnya wanita ini mengaku bernama Waldi.
Waldi mengaku bahwa dirinya ditipu seseorang yang hendak dipekerjakan di Dumai.
“Aku baru dari Dumai, ditipu orang, katanya mau dikasi kerja di Cafe, tapi sampai disana aku ditinggal”, ujar Waldi perlahan.
Saat ditanya bagaimana dirinya sampai di Duri, Waldi tidak menjawab, namun dia berharap bisa pulang ke rumah neneknya yang berada di Arengka 2 Pekanbaru.
Maya dari pihak PPA sempat bertanya, dimana keberadaan suami dan anaknya, namun Waldi menjawab dia belum punya anak dan suami, dia hanya tinggal bersama neneknya di Pekanbaru.
Naszin bersama awak media mencoba menolong Waldi agar mendapatkan ongkos pulang ke Pekanbaru, dengan bantuan sejumlah donatur akhirnya uang pun terkumpul dan diberikan kepada Waldi.
“Kami menolong Ibu ikhlas, kami berharap Ibu sampai di Pekanbaru dan jangan kemana-mana lagi”, pesan Nazrin.
Akhirnya, wanita itu pun menunggu travel yang sudah dipesan dan dihubungi oleh Waldi dan dikonfirmasi oleh Nazrin.


TERKAIT