Dalam Penantian dan Harapan Akhirnya Edy Rantau Mendapatkan Haknya
Sepakat Damai, Anggota DPRD Riau Sugeng Pronoto Serahkan Rp170 Juta Ke Eddy Rantau

Sabtu, 24 Juli 2021 - 17:08:42 WIB


Wartariau.com PEKANBARU – Sepakat untuk berdamai, anggota DPRD Riau dari Fraksi PDIP Sugeng Pranoto menyerahkan uang tunai sebesar Rp170 juta kepada sahabat sekaligus rekan bisnisnya, Eddy Rantau.

Penyerahan uang tunai Rp170 juta itu sekaligus akhir dari polemik antara keduanya.


Seperti diketahui, persoalan keduanya sempat menjadi viral setelah Sugeng Pranoto dituduh memiliki utang kepada Eddy Rantau.


Awalnya terjadi kesalahpahaman kedua pria yang puluhan tahun sudah bersahabat. Menurut Sugeng, uang yang disebut Eddy Rantau adalah utang sebenarnya modal investasi bersama, membuka usaha bisnis bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.


Di bulan bulan pertama, bisnis solar itu mulus. Menurut Sugeng, sahabatnya Eddy Rantau juga pernah menikmati persenan dari keuntungan usaha mereka.


Di perjalanan waktu, bisnis itu bangkrut. Belakangan, begitu mengetahui Sugeng terpilih sebagai anggota DPRD Riau, Eddy mulai menagih uang yang Rp170 juta yang dianggapnya adalah pinjaman alasan utang!


Permasalahan ini  sampai kepada Badan Kehormatan (BK) DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau.


Pendek kata, Sugeng yang belum punya uang tunai menyerahkan satu unit mobil Honda Jazz warna merah dengan nomor polisi (nopol) B 1430 PIT untuk jaminan kesepakatan dirinya dengan Eddy Rantau.


Tetapi kesepakatan itu ditolak pihak Eddy Rantau. Anak Eddy menyerahkan atau menitipkan mobil itu kepada pihak Polsek Bukit Raya.



Sugeng Pranoto menyerahkan uang tunai Rp170 juta ke Azizah, istri Eddy Rantau.

Namun kemarin, anggota DPRD Riau Sugeng Pranoto menunjukkan itikad baiknya untuk menyelesaikan perkaranya dengan mengantarkan langsung uang Rp170 juta.


Disaksikan kuasa hukumnya, dan pihak keluarga Eddy Rantau, Sugeng pun menyerahkan uang kesepakatan itu kepada istri Eddy Rantau, Azizah disaksikan anaknya Nanda.


Dengan diserahkan komitmen kesepakatan itu, masing masing pihak mencabut laporan di Polresta Pekanbaru dan Polsek Bukit Raya. Kedua belah pihak pun sepakat untuk mengakhiri polemik utang piutang atau modal usaha itu dengan damai. (silaban***)



Berita Terkait :