Pasangan Suami Istri Pemilik Rumah Mewah di Kampung Dalam Pekanbaru
Pasangan Suami Istri Pemilik Rumah Mewah di Kampung Dalam Pekanbaru Ternyata Pecandu Berat Narkotika

Senin, 21 Juni 2021 - 16:35:46 WIB


Wartariau.com PEKANBARU - Pasangan suami istri berinisial WL dan NF pemilik Rumah Mewah di Kampung Dalam Pekanbaru ternyata pecandu berat narkotika.

Atas kondisi itu, pasangan suami pemilik rumah mewah di Kampung Dalam Pekanbaru itu dikirim ke Balai Rehabilitasi Narkoba di Lido pada Senin (21/6/2021).

Padangan suami istri pemilik rumah mewah di Kampung Dalam Pekanbaru itu sebelumnya ditangkap jajaran Polda Riau saat polisi melakukan penggerebekan pada Rabu (16/6/2021) sore.

Saat itu, petugas tak menemukan adanya barang bukti narkotika di rumah mewah pasangan suami istri itu.

Kendati begitu, berdasarkan hasil tes urine, WL dan NF dinyatakan positif mengonsumsi narkotika yakni zat methamphetamine.

Zat ini terkandung di dalam narkotika jenis sabu dan ekstasi.

Keduanya lantas diamankan untuk menjalani proses lebih lanjut.

"Rumah WL memang setelah kita geledah tidak kita temukan BB (barang bukti, red) narkotika.

Mengingat yang bersangkutan ini sudah dikenal masyarakat bahwa dia di narkoba, kami lakukan tes urine.

Setelah dilakukan tes, yang bersangkutan positif menggunakan narkoba," jelas Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Victor Siagian, Senin siang.

Dipaparkan Victor, sesuai pasal di Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, karena hasil tes urine yang bersangkutan positif, maka petugas melakukan assessment.

"Bagaimana pun juga salah satu prosedur yang diberlakukan untuk orang yang menggunakan narkoba.

Setelah kita assessment, dari hasil assessment itu yang bersangkutan berdua, suami istri ini, cenderung mengarah ke (pecandu) berat.

Jadi kita putuskan untuk melakukan rehabilitasi," urai Victor.

Menurut jebolan Akpol 1998 ini, rehabilitasi sebenarnya juga merupakan suatu bentuk sanksi atau hukuman.

Berdasarkan koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau, kata Victor, WL dan suaminya NF dikirim ke Lido.

"Tentunya ini salah satu langkah untuk selain istilahnya mengobati yang bersangkutan, kita juga mencoba meredam segala kegiatan peredaran narkoba di Kampung Dalam.

Kita pantau terus bagaimana peredaran narkoba di sana setelah yang bersangkutan (WL, red) ini kita rehab, begitu," terang Victor.

Disinggung soal keterlibatan WL dalam peredaran narkoba khususnya di Kampung Dalam, Victor mengungkapkan, terkait hal itu sampai saat ini masih dalam investigasi oleh pihaknya.

Hasilnya belum bisa disampaikan.

"Yang jelas memang kalau di kalangan masyarakat bukan rahasia umum.

Tapi kita masih dalami.

Kita selama tahun 2021, sudah 21 kasus orang-orang di Kampung Dalam yang kita tangkap mengenai narkoba ini," ucapnya.

"Ini kita pelajari semua bagaimana keterkaitan 21 orang ini mengarah kepada yang bersangkutan (WL, red).

Berdasarkan informasi-informasi tersebut.

Saya belum bisa jelaskan secara rinci keterkaitannya, karena itu bukan ranah publik," imbuhnya.

Victor menambahkan, Lido menjadi tempat rehabilitasi yang paling komplit dan ketat.

Di sana juga tidak dibenarkan menggunakan alat komunikasi.

Sementara itu, Kasubdit I Ditres Narkoba Polda Riau, Hardian Putra menerangkan, WL dan NF akan menjalani masa rehabilitasi selama 6 bulan.

"Tadi pagi jam 6 lewat (berangkat dari Pekanbaru). Kita maksimalkan untuk (penanganan) kasus menonjol ini," tutur Hardian, yang juga ikut mengawal proses pengiriman WL dan suaminya ke Lido.

Pantauan Tribun, polisi berpakaian preman dan berseragam lengkap dengan senjata api laras panjang, rompi dan helm, ramai berada di lokasi rumah WL Rabu pekan lalu.

Aparat ini merupakan gabungan dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau, Satres Narkoba Polresta Pekanbaru, di-back up Satuan Brimob Polda Riau.

Terlihat puluhan personel kepolisian gabungan, baik berpakaian preman maupun bersenjata lengkap, bersiaga di sekitaran rumah milik WL.

Ada pula petugas yang membawa alat pemotong ukuran besar, linggis dan peralatan lainnya.

Di depan rumah tingkat terparkir sejumlah kendaraan roda dua.

Sedangkan, di sampingnya terparkir satu unit mobil.

Proses penggeladahan dan pemeriksaan yang dilakukan petugas, berlangsung hingga beberapa jam.

Sekitar pukul 19.30 WIB, baru satu persatu petugas keluar dari kediaman WL.



Sumber: pekanbaru.tribunnews.com


Berita Terkait :