Polisikan Eko Kuntadi Cs
Polisikan Eko Kuntadi Cs, Ustaz Adi Hidayat: Jangan Siapkan Materai

Minggu, 13/062021

Wartariau.com – Ustaz Adi Hidayat (UAH) menegaskan tidak akan main-main terhadap akun-akun yang sengaja membuat framing atau fitnah atas aksi penggalangan donasi bantuan untuk Palestina. Ia mengatakan akan segera melaporkan para pembuat fitnah tersebut ke pihak Kepolisian.

"Sekali lagi saya tegaskan itu (pelaporan) bukan rencana, tapi memang hal yang sudah kami siapkan, sekarang sedang distrukturisasi bagiamana delik-delik hukum yang sesuai dengan akun-akun yang bersangkutan yang menyebarkan informasi yang bukan hanya keliru tapi berpotensi membenturkan berbagai pihak, kegaduhan, bahkan juga menimbulkan fitnah-fitnah," kata Ustaz Adi Hidayat dikutip VIVA dari akun Youtube Adi Hidayat Official, Rabu, 2 Juni 2021.

UAH memastikan akun-akun yang bakal dilaporkan itu terindikasi menyebarkan informasi yang bermuatan fitnah dan membuat kegaduhan, baik yang ditujukan secara langsung melalui gambar, narasi atau framing-framing berita tertentu yang berisi fitnah dan framing negatif.

"Memang sudah kami pantau, ada jejak-jejak digital di masa lalu yang terlihat juga," ujarnya. UAH mengaku memiliki tim riset dan IT yang mem-profil akun-akun yang kerap membuat fitnah dan framing kepada ulama. Dalam kasus terkini, Ia mengatakan akun-akun yang bakal dilaporkan ternyata punya jejak digital kerap melakukan fitnah, framing negatif dan men-downgrade seseorang.

Ulama yang aktif membentuk para penghafal Alquran itu kembali menegaskan tujuan dari pelaporan ini sebagai ikhtiar untuk menghentikan akun-akun penebar fitnah, pembuat kegaduhan dan memecahbelah persatuan. Baginya, ini merupakan momentum menyatukan chemistry, bersinergi untuk menghentikan kegaduhan ini.

Saatnya kita hidup damai, tentram, bagi orang-orang yang menginginkan kedamaian, tapi kalau masih ngeles masih merasa biasa, masih tertawa dari kesalahan yang tidak disadari, maka alangkah baiknya kita menegakkan keadilan. Saya yakin insya Allah pihak Kepolisian akan sangat profesional dengan tagar Presisi yang sudah disiapkan oleh Pak Kapolri, Jenderal Sigit, insya Allah ini akan berjalan dengan baik dan masyarakat tidak usah menduga-duga," paparnya.

UAH kembali menegaskan pihak sudah berupaya mengingatkan akun-akun tersebut agar membuat klarifikasi atas tuduhannya tapi diabaikan, bahkan muncul pembelaan dari pihak-pihak tertentu yang seolah saling menguatkan.

Ia meminta kepada semua pihak agar mengawal kasus ini. Menurutnya, apapun motif akun-akun tersebut, disadari atau tidak, tetap harus dimintai pertanggungjawaban hukum.

"Kita tidak dalam konteks kuat-kuatan, kita dalam konteks menegakkan hukum dan ini diuji di pengadilan. Tolong jangan siapkan materai, karena saya sudah punya banyak materai, ini harus kita uji dengan baik sehingga konstruksi hukumnya jelas mendapatkan keadilan dan pada akhirnya hal-hal seperti ini bisa hilang dari bumi Indonesia," tegas UAH

"Saya tidak mau menurunkan status keilmuan dan kehormatan merespon cuitan buzzer-buzzer yang tidak jelas, biarkan keadilan itu bicara, sehinga pihak kepolisian bisa menguji-menentukan dan di pengadilan terlihat dan terbuka seluruhnya," imbuhnya.

Seperti diketahui, UAH kabarnya berencana melaporkan pihak yang memfitnahnya ke polisi terkait aksi penggalangan dana untuk rakyat Palestina. UAH sebelumnya mampu menggalang dana masyarakat sebesar Rp30,88 miliar.

UAH pun menyalurkan sebagian donasi itu yakni sebesar Rp14,3 melalui MUI. Lalu, sebesar Rp14,35 miliar diserahkan ke Dubes Palestina di Indonesia Zuhair Al-Shun. Sisanya, Rp5 miliar disalurkan sebagai bantuan untuk mendukung sarana pendidikan di Palestina.

Namun, penggalangan dana UAH mendapat tanggapan dari pegiat media sosial, Eko Kuntadhi. Melalui cuitan di akun Twitternya, @eko_kuntadhi menulis narasi miring bahwa donasi ke Palestina yang digalang UAH hanya diberikan sebagian.


Eko dalam cuitannya itu menulis sumbangan yang digalang dan diterima UAH sebenarnya dua kali lipat. "Alhamdulillah. Terkumpul Rp60 m, diserahkan Rp14 m," kata Eko yang menyertai tangkapan layar dua berita tentang UAH.


Berita Terkait :