MUI Menilai Pembuat Soal TWK Pegawai KPK
MUI Menilai Pembuat Soal TWK Pegawai KPK 'Pilih Alquran atau Pancasila' Otaknya Tidak Sehat

Minggu, 13/062021

Wartariau.com JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai pembuat soal tes wawasan kebangsaan (TWK) pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menanyakan memilih Alquran atau Pancasila, otaknya tidak sehat.

''Yang buat soal ini tidak punya logika, jadi tidak sehat otaknya, otak orangnya tidak sehat,'' kata Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Anwar Abbas ketika dihubungi detikcom, Selasa (1/6/2021).

Ditegaskan Anwar, pembuat pertanyaan itu justru tidak mengerti Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Penguji TWK, kata Anwar, tidak layak, karena mengajukan pertanyaan yang salah.

''Pasal 29 ayat 1 (UUD 45) menegaskan negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa, artinya negara tidak boleh mengabaikan ajaran agama Islam, dalam hal ini adalah kitab suci Al-Quran. Menurut saya itu tes (TWK) harus dibatalkan karena pertanyaannya tidak benar, pertanyaannya bertentangan dengan Undang-undang Dasar 45,'' tegas Anwar.

Menurutnya, si pembuat pertanyaan pilih Alquran atau Pancasila hendak memisahkan kehidupan berbangsa dan kehidupan bernegara. Padahal, Indonesia sendiri punya hukum dasar.

Ia merasa perlu ada tim independen yang menyelidiki dan memeriksa pembuat soal TWK. ''Yang buat soalnya diinterogasi oleh tim yang independen, termasuk di dalamnya harus ada ulama, karena dia menyerempet masalah agama,'' jelasnya.

Jika terbukti bersalah, kata Anwar, maka pembuat pertanyaan pilih Alquran atau Pancasila itu harus ditindak segera, karena kesalahannya sangat fatal.

''Karena menghukum orang dan tidak luluskan orang dengan pertanyaan yang salah. Fatal itu, apalagi itu menyangkut nasib hidup orang banyak,'' imbuhnya.

Sementara Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad, menganggap pertanyaan tersebut aneh.
 
''Memang pertanyaan yang aneh dan salah,'' jelas Dadang.***


Berita Terkait :