Tahun Perang Afghanistan, Ada
20 Tahun Perang Afghanistan, Ada 7.792 Anak Tewas Dan 18.662 Luka-luka Termasuk Yang Kehilangan Angg

Rabu, 12 Mei 2021 - 03:33:01 WIB


Wartariau.com Perang Afghanistan termasuk perang yang sangat kompleks dan menimbulkan banyak dampak dari berbagai sisi. Perang yang melibatkan faktor politik, konflik militer, dan juga ancaman terorisme ini, telah berlangsung selama 20 tahun.

Perang selalu membawa kerugian besar. Perang Afghanistan,  yang disebut-sebut sebagai salah satu perang terlama, telah mengorbankan ratusan ribu nyawa melayang dengan ekonomi yang hancur lebur.Dikutip dari Aljazeera, inilah visualisasi dari perang yang juga mengaitkan keterlibatan Osama bin Laden.


Menurut catatan Cost of War yang dirangkum Universitas Brown, sekitar 241.000 orang tewas sejak AS menginvasi Afghanistan untuk menggulingkan Taliban setelah serangan 11 September 2001.

Ratusan ribu lainnya, kebanyakan warga sipil, tewas karena kelaparan, penyakit, dan cedera yang disebabkan oleh perang yang menghancurkan itu. Dari jumlah itu, sejumlah 71.344 adalah warga sipil yang tewas di kedua sisi perbatasan Afghanistan.

Sementara, militer dan polisi Afghanistan, yang berperang bersama AS, diperkirakan kehilangan antara 66.000 dan 69.000 tentara.

iCasualties.org, situs web independen yang mendata korban perang mencatat, setidaknya AS dan sekutu NATO-nya telah membawa pulang 3.586 peti mati. Juga ada enam kali lebih banyak darijumlah itu, veteran yang terluka.

Jumlah pemberontak, termasuk pejuang Taliban, yang tewas diperkirakan 84.191.

Anak-anak dan perempuan juga banyak yang menjadi korban dari perang ini. Bajkan, Afghanistan menjadi salah satu tempat paling mematikan di dunia untuk anak-anak.

Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA ), telah mencatat sedikitnya 7.792 anak tewas dan 18.662 luka-luka hanya dalam satu dekade saja. Dari yang terluka itu, termasuk juga adalah mereka yang kehilangan anggota tubuh karena bom pinggir jalan yang diimprovisasi dan serangan udara.

Ada lebih dari 3.000 kematian yang menimpa para perempan dari perang Afghanistan ini. Sebanyak 7.000 cedera sejak 2010. Tahun lalu adalah yang paling mematikan bagi perempuan di Afghanistan dalam dekade terakhir, dengan 390 kematian yang tercatat.

Perang, bukan hanya menimbulkan kerugian ekonomi karena hancurnya beragam fasilitas dan tidak adanya lapangan pekerjaan, tetapi juga menelan biaya yang sangat tinggi.

Perang di Afghanistan diperkirakan menelan biaya hingga 2,26 triliun dolar AS hingga saat ini, menurut catatan 'Cost of War'.

Sebagian besar pengeluaran, yaitu sebanyak 933 miliar dolar AS, dialokasikan ke anggaran perang Departemen Pertahanan AS, kemudian ditambah dengan 443 miliar dolar AS lagi.

Sisa uang itu termasuk 296 miliar dolar AS untuk perawatan medis dan kecacatan veteran, dan 59 miliar dolar AS  untuk anggaran perang Departemen Luar Negeri.

AS juga telah membayar bunga sebesar 530 miliar dolar AS untuk pinjaman besar selama perang. AS telah menghabiskan 144 miliar dolar AS untuk inisiatif rekonstruksi Afghanistan.

Angka-angka ini tidak termasuk perawatan seumur hidup untuk para veteran atau pembayaran bunga di masa depan, yang berarti bahkan setelah AS meninggalkan Afghanistan, AS akan terus membayar untuk perang.

Selama perang, warga Afghanistan bukan saja hidup dalam kemiskinan, tetapi juga hidup dalam bayang ancaman kekerasan.

Sejak 2017, Proyek Lokasi dan Data Peristiwa Konflik Bersenjata ( ACLED ) telah mencatat 1.705 insiden kekerasan terhadap warga sipil. Menurut data mereka, selama lima tahun berturut-turut, warga sipil Afghanistan telah diserang lebih banyak hari sepanjang tahun daripada tidak.

Pada tahun 2020, 424 serangan yang berlangsung selama 235 hari tercatat di seluruh negeri.

Meskipun pada September  2020 llau AS dan Taliban mencapai kesepakatan bilateral untuk Negosiasi Perdamaian Afghanistan, serangan terhadap warga sipil terus meningkat. Selama empat bulan pertama tahun ini, 245 serangan tercatat selama 95 hari - lebih dari dua serangan tercatat hampir setiap hari.

Setelah empat presiden AS berganti, atau hampir 20 tahun kemudian, AS dan sekutu NATO-nya berjanji untuk meninggalkan negara itu pada 11 September 2021 ini.

AS diperkirakan akan menggunakan angkatan udara, drone, dan senjata jarak jauhnya yang komprehensif untuk operasi yang ditargetkan di seluruh negeri menjelang penarikan pasukan.

Beberapa negara di Timur Tengah adalah rumah bagi pangkalan udara dan angkatan laut AS yang berada dalam jarak yang sangat dekat dengan Afghanistan. Selain itu, AS masih memiliki sekitar 2.500 tentara di Irak - turun dari puncak 165.000 pada 2007 - dan ribuan lainnya di pangkalan di Timur Tengah dan Afrika Utara


Berita Terkait :