Menkeu Dikritik Lagi Soal Wakaf Uang
Menkeu Dikritik Lagi Soal Wakaf Uang dan Pakai Kerudung

Minggu, 31 Januari 2021 - 19:50:29 WIB


Wartariau.com - Di media sosial, ramai perbincangan yang menyudutkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang membicarakan tentang wakaf uang. 

Wakaf uang sendiri disampaikan Sri Mulyani pada Senin (25/1/2021) lalu. Ia terlihat mengenakan jilbab saat meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU).

Menyusul hal itu, mencuat polemik soal uang wakaf yang terkumpul, hingga ada tudingan dana tersebut akan masuk ke dalam APBN untuk pembiayaan negara. 

Staf Ahli Menteri Keuangan Suminto kemudian menjelaskan, seluruh dana yang terkumpul dari wakaf uang nasional ini sepenuhnya masuk ke badan-badan yang mengurus dana wakaf. Salah satunya Badan Wakaf Indonesia.    

"Jadi, tidak ada dana wakaf itu yang masuk ke pemerintah atau APBN. Sehingga tidak ada sama sekali dana wakaf digunakan untuk biaya APBN atau proyek infrastruktur," kata Suminto dalam Media Briefing GNWU secara virtual, Jum'at (29/1/2021) kemarin.

Ia menegaskan kembali soal pengelolaan dan dari GNWU yang tak masuk sistem keuangan negara.

Sri Mulyani mengutip dua ayat Al-Qur'an, yakni surat Al Hujurat ayat 6, yang menjelaskan tentang berita yang berasal dari orang fasik. 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًاۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ 

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu".

Selain itu, Sri Mulyani mengutip Al-Qur'an surat Al Hujurat ayat 12, yang membahas tentang berburuk sangka atau su'udzon. 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ 

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang".

Saat itu, Sri Mulyani terlihat mengenakan kerudung. Penampilan tersebut dinilai sebagai drama dan buruknya komunikasi pemerintah

"Penyampaian seperti drama, Menteri Sri Mulyani yang biasanya enggak berkerudung, tapi saat menyampaikan berkerudung. Seperti artis kalau setiap bulan ramadhan tiba-tiba berkerudung. Proses komunikasi ini sudah gagal," kata Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (Infus), Gde Siriana Yusuf, yang dilansir dari geloranews.

Warganet yang melihat itu pun banyak yang memberi kritikan terkait penampilan Menkeu. 

Warganet melihat pemerintah yakni Sri Mulyani yang saat meminta uang rakyat untuk membantu pemerintah dari hasil uang wakaf dengan mengenakan kerudung. 
Selian itu, warganet juga menyebutkan tentang riba yang merupakan dosa besar karena pengumpulan melalui bank. Dan bahkan disinggung tentang bunga yang ditimbulkan akibat pinjaman uang dari luar negeri. []



Berita Terkait :