Sinovac Dilempar ke Indonesia
China Malah Borong Vaksin COVID-19 Buatan Jerman dan Inggris

Minggu, 20 Desember 2020 - 20:11:05 WIB


Wartariau.com - Disaat semua negara berlomba-lomba berebut mendapatkan vaksin COVID-19termasuk Indonesia, China salah satu negara pembuat Vaksin COVID-19 yakni Sinovac justru memesan jutaan dosis vaksin buatan Jerman dan Inggris. 


Michael Lai, manajer umum AstraZeneca China mengatakan kepada China.org.cn bahwa perusahaan telah bergabung dalam pertempuran melawan COVID-19 dalam beberapa cara, termasuk mengembangkan vaksin, karena perusahaan berupaya untuk lebih banyak inovasi dan pengembangan untuk membantu pasien di China .


"Kami bekerja sama dengan mitra kami Kangtai Biological untuk mengembangkan, memproduksi, dan mengkomersialkan kandidat vaksin ini di China," kata Michael Lai, manajer umum AstraZeneca China, pada Pameran Impor Internasional China ke-3 (CIIE) di Shanghai November lalu. 


Sementara itu, Perusahaan bioteknologi Jerman BioNTech dan Pfizer buatan Amerika Serikat pada November 2020 mengumumkan bahwa analisis data sementara tahap ketiga dari vaksin mRNA (messenger ribonucleic acid) yang dikembangkan bersama oleh mereka, menunjukkan bahwa vaksin tersebut (BNT162b2) memiliki efek perlindungan terhadap penularan virus corona hingga 90%.


Angka itu lebih tinggi dari 50% yang disyaratkan oleh Food and Drug Administration AS. BNT162b2 adalah vaksin COVID-19pertama di dunia yang mempublikasikan data klinis tahap ke-3. Vaksin tersebut telah memulai uji klinis tahap ke-3 pada awal bulan Agustus tahun ini.


‘Jiemian News’ memberitakan bahwa Shanghai Fosun Pharmaceutical Co., Ltd., telah mengantongi lisensi untuk mendistribusikan vaksin BioNTech dan Pfizer ke pasar C. Kononhina kedua pihak telah menandatangani perjanjian kerja sama terkait pada bulan Maret tahun ini.


Reuters dan media asing lainnya melaporkan bahwa, pernyataan dari Shanghai Fosun yang ditujukan kepada Bursa Efek Hongkong pada 16 Desember menyebutkan bahwa,BioNTechakan memasok tidak kurang dari 100 juta ampul vaksin kepada China pada tahun 2021. Untuk itu, Shanghai Fosun perlu membayar 250 juta EURO untuk batch pertama dari 50 juta ampul.


 


Sumber: Sindonews



Berita Terkait :