Beredar Isu, Efek Samping Vaksin Covid-19
Beredar Isu, Efek Samping Vaksin Covid-19 Yang Membuat Wajah Lumpuh

Sabtu, 12 Desember 2020 - 02:27:21 WIB


Wartariau.com - Beredar isu di jagad maya, sebanyak empat orang relawan uji coba penerima vaksin Covid-19 dari Pfizer mengalami kelumpuhan wajah. Kasus ini tengah ditangani oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat. 

Kasus yang berpotensi menimbulkan kekhawatiran itu terungkap setelah regulator obat AS menerbitkan analisis vaksin Pfizer-BioNTech sebelum pertemuan untuk mempertimbangkan otorisasi penggunaan darurat vaksin di Amerika Serikat. 

Menurut dokumen tersebut, Bell's palsy, yakni suatu bentuk kelumpuhan wajah sementara yang dialami oleh empat sukarelawan selama uji coba fase 3. Orang-orang tersebut telah diberikan suntikan, dan tidak ada kelompok plasebo yang mengalami efek samping serupa. 

Orang dengan Bell's palsy mengalami kelemahan atau kelumpuhan sementara pada otot wajah. Kelumpuhan biasanya terjadi ketika saraf yang mengontrol otot menjadi meradang, bengkak, atau tertekan.

Kondisi ini menyerupai stroke, dengan sebagian besar penderita melihat tanpa daya saat satu sisi wajah mereka terkulai dan otot-otot mereka lemas. Dalam beberapa situasi yang jarang terjadi, kedua sisi wajah bisa menjadi lumpuh. 

Tidak jelas apa yang menyebabkan timbulnya Bell's palsy tersebut. Akan tetapi, dijelaskan meskipun kelumpuhan sementara biasanya hilang dengan sendirinya.

Namun, FDA mengklaim bahwa frekuensi masalah kesehatan konsisten dengan tingkat latar belakang yang diharapkan pada populasi umum. 

Namun, masih belum jelas bagaimana Bell's palsy yang terjadi pada relawan vaksin Pfizer ini. Mereka menambahkan bahwa tidak ada bukti jelas yang mengaitkan vaksin virus corona dengan kondisi medis yang tidak menyenangkan.

Sementara itu, Chief Executive Pfizer, Albert Bourla, dikutop dari pemberitaan lokal, mengatakan, Pfizer tidak mungkin mengambil jalan pintas saat meluncurkan vaksin Covid-19 buatan mereka.

"Vaksin ini telah diuji dengan cara yang persis sama seperti kami menguji vaksin apa pun yang beredar di luar sana," kata Bourla pada Rabu, 9 Desember 2020, dikutip dari situs Zee News pada Jumat (11/12).

"Selalu ada orang yang skeptis tentang vaksin, tetapi saya harus mengatakan bahwa mereka salah," sebut Bourla.

Dia pun menegaskan bahwa vaksin COVID-19 Pfizer telah diuji dengan standar yang tinggi dan pengawasan yang sangat ketat.

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan penderita alergi parah tidak disarankan menerima vaksin Covid-19 Pfizer.

Sebelumnya, regulator obat di Inggris menyarankan orang dengan riwayat alergi yang parah untuk menghindari suntikan vaksin Covid-19 Pfizer, setelah dua orang melaporkan efek samping usai vaksinasi.

Direktur Medis Layanan Kesehatan Nasional (National Health Service atau NHS), Stephen Powis, mengatakan, dua pekerja NHS melaporkan mengalami reaksi anafilaktoid usai disuntik vaksin Pfizer.

"Seperti umumnya dengan vaksin baru, MHRA telah menyarankan dengna dasar pencegahan bahwa orang dengan riwayat reaksi alergi tidak menerima vaksinasi ini, setelah dua orang dengan riwayat reaksi alergi yang signifikan merespons secara negatif kemarin," sebut Powis. []



Berita Terkait :