Kemenag: Jangan Terprovokasi Upaya Pecah Belah Umat
Viral Azan 

Senin, 30 November 2020 - 22:24:51 WIB


Wartariau.com Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi atas viralnya cuplikan video yang mengubah lafaz azan menjadi 'Hayya alal jihad' atau seruan untuk berjihad.


Direktur Jenderal Bimbingan Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama, Kamaruddin Amin menegaskan, lafaz azan adalah sesuatu yang sudah baku sehingga tidak ada dasar untuk diubah-ubah.


"Masyarakat jangan terprovokasi dengan adzan yang mengajak jihad. Tidak ada dasarnya azan diganti dengan ajakan berjihad. Jihad apa yang dimaksud?" ujar Kamaruddin diberitakan Kantor Berita RMOLJakarta, Senin (30/11).


Ia menyadari adanya perubahan lafaz adzan oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab tersebut berpotensi memprovokasi masyarakat. Oleh karennaya, ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga kondusivitas dengan mengamalkan agama yang menyejukkan.


"Mari saling menghormati dan saling menghargai, hindari narasi yang memecah umat," pungkasnya.


Di sisi lain, Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga sudah meminta aparat kepolisian melakukan penyelidikan dan pemblokiran video kumandang adzan dengan bacaan "hayya alal jihad" di media sosial Youtube dengan judul "Merinding Azan di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin Pimpinan Al Habib Bahar Bin Smith" dan beredar pada Minggu (29/11).


Dalam video berdurasi 47 detik itu, tampak seorang muadzin mengumandangkan azan dan di belakangnya ada beberapa jemaah laki-laki berdiri membentuk shaf seperti hendak melakukan ibadah shalat. Muadzin tersebut menambahkan kalimat 'hayya alal jihad' dan diikuti serempak oleh jemaah yang ada di belakangnya. 



Berita Terkait :