Sebanyak 10 Ribu Orang Ditahan TPLF
Pasukan Ethiopia Akui Sudah Rebut Kota Alamata, Sebanyak 10 Ribu Orang Ditahan TPLF

Senin, 16 November 2020 - 19:21:02 WIB


Wartariau.com Pasukan tentara Ethiopia dilaporkan telah merebut sebuah kota di wilayah utara Tigray setelah hampir dua pekan bertempur dengan Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF).


Satuan tugas darurat pemerintah yang dibentuk oleh Perdana Menteri Abiy Ahmed pada Minggu malam (15/11) mengatakan pasukan telah "membebaskan" kota Alamata dari TPLF.


Tetapi mereka juga mengungkap, TPLF menahan 10 ribu orang ketika melarikan diri.


"Ketika milisi TPLF dikalahkan di Alamata, mereka melarikan diri dengan membawa sekitar 10 ribu tahanan," lapor satuan tugas itu, seperti dikutip Reuters.


Dengan akses yang terbatas dan sebagian besar komunikasi terputus di Tigray, Reuters sendiri tidak dapat secara independen memverifikasi pernyataan yang dibuat oleh semua pihak.


Sejauh ini belum ada komentar langsung dari para pemimpin Tigray mengenai peristiwa di Alamata, yang dekat dengan perbatasan negara bagian Amhara.


Pemimpin TPLF, Debretsion Gebremichael telah mendesak PBB dan Uni Afrika untuk mengutuk pasukan federal Ethiopia yang mereka tuding telah menggunakan persenjataan berteknologi tinggi, termasuk drone.


"Abiy Ahmed melancarkan perang ini terhadap orang-orang Tigray dan dia bertanggung jawab atas penderitaan manusia yang disengaja pada orang-orang dan penghancuran proyek infrastruktur besar," terang dia.


Abiy sendiri mengumumkan kampanye militer di Tigray pada 4 November setelah menuding pasukan lokal menyerang pasukan federal.


Pertempuran sendiri sudah menyebar ke negara bagian Amhara dan bahkan Eritrea.


Pada Sabtu (14/11), Eritrea melaporkan beberapa roket ditembakkan dari wilayah Ethiopia.


Diplomat tinggi dari Departemen Luar Negeri AS untuk Afrika, Tibor Nagy, mengecam serangan oleh pasukan Tigray ke Eritrea, dengan menyebut mereka berupaya untuk menginternasionalisasi konflik.


PBB pada Minggu mengatakan, setidaknya 20 ribu warga Ethiopia melarikan diri ke Sudan akibat konflik tersebut. 



Berita Terkait :