DOR! Satu Kurir 20 Kg Sabu Tewas Ditembak
DOR! Satu Kurir 20 Kg Sabu Jaringan Lapas Pekanbaru Tewas Ditembak

Selasa, 10 November 2020 - 07:04:28 WIB


Wartariau.com PEKANBARU – Satu dari tiga orang kurir 20 kg sabu jaringan Lapas Pekanbaru, tewas didor tim Harimau Kampar Ditresnarkoba Polda Riau di Jalan Arifin Ahmad Sepahat, Kecamatan Bukit Baru, Kabupaten Bengkalis, Riau.


Kurir naas tersebut ditembak petugas yang di-back up Satresnarkoba Polres Dumai, karena mencoba melawan, Senin (9/11/2020) dinihari.


Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi mengatakan, narkoba jenis sabu seberat 20 kg yang berasal dari Malaysia, masuk melalui Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis.


“Satu orang kurir mati ditembak,” ujar Agung, Senin (09/11/2020) siang.


Menurutnya, ketiga kurir narkoba jaringan internasional itu adalah Hendra (50), Syamsul Bahri (50), dan Simson Siahaan (50). Mereka ditangkap di lokasi berbeda, di Bengkalis dan Pelalawan.


Setelah dilakukan pembuntutan, dua pelaku Hendra dan Syamsul Bahri ditangkap ketika melintas di Jalan Arifin Ahmad Sepahat, Kecamatan Bukit Baru, Kabupaten Bengkalis, saat menggunakan Daihatsu Xenia.


Barang bukti 20 kg sabu dikemas dalam bungkusan susu merk Milo dan disimpan dalam dua karung beras di mobil Xenia yang disopiri Hendra dengan penumpang Samsul Bahri. Rencananya, 20 kg sabu itu akan dibawa ke Pekanbaru.


Sedang Simson Siahaan, yang bertindak sebagai pengaman jalan dan mengaku sebagai anggota Polri, ditangkap di sebuah home stay di Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, setelah dilakukan pengembangan.


“Informasi yang kami dapatkan, Simson Siahaan berperan sebagai pengawal dan mengaku sebagai anggota Polri. Ia mendapatkan upah Rp 40 juta,” tutur Kapolda.


Dalam proses penangkapan, bebernya, pelaku Hendra terpaksa ditembak mati karena menerobos hadangan petugas menggunakan mobil yang disopirinya saat akan ditangkap.


BACA JUGA:  Polres Dumai Tingkatkan KRYD, Sejumlah Motor Remaja Ditilang


Irjen Agung menjelaskan, ketiga kurir narkoba ini merupakan jaringan yang dikendalikan dari Lapas Kelas II A Pekanbaru.


“Jaringan itu dikendalikan napi bernama Syahrudin Effendi alias Pak Cik Itan, divonis 4 tahun dalam kasus narkoba. Namun, saat dilakukan pengembangan ke Lapas, napi tersebut telah meninggal dunia Ahad (8/11/2020) malam, karena muntah darah,” sebut Kapolda.


Hingga berita ini diturunkan, Polda Riau masih mengembangkan kasus sabu asal Malaysia tersebut, dan memburu aktornya. 



Berita Terkait :