Benarkan Pekanbaru Zona Merah
Gubernur Riau: Mampir Langsung ODP

Rabu, 15 April 2020 - 20:43:33 WIB


Wartariau.com – Ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru, tercatat menjadi daerah terjangkit wabah Pandemi Coronavirus Disease Nineteen (Covid-19). Kota terpadat di provinsi penghasil minyak bumi itu pun dikategorikan sebagai Red Zone alias Zona Merah, Selasa (14/4) siang.


Setelah zona merah ditetapkan, peningkatan kewaspadaan masyarakat pun harus lebih dimaksimalkan guna mencegah jangkitan virus mematikan itu. Gubernur Riau, H. Syamsuar, M.Si pun menyatakan bahwa Riau telah tercatat sebagai kota yang memiliki warga penular atau dapat menularkan virus dari satu orang ke orang lainnya.


“Karena itulah Pekanbaru masuk red zone,” kata Syamsuar Selasa sore.


Syamsuar menyebut bahwa Kota Pekanbaru merupakan wilayah terjangkit Covid-19 yang saat ini paling cepat penyebarannya, hal itu disebabkan karena tingginya aktifittas masyarakat di luar ruangan dan kerap berada di tengah keramaian.


Meski telah berstatus red zone, mayoritas warga di kota itu masih cuek. Penggunaan masker pun minim, tak salah bila penyebaran dan penularan Covid-19 sangat subur. Atas keadaan itu, Syamsuar menyebut setiap warga yang berasal dari luar Pekanbaru dan berkunjung ke wilayah itu dappat langsung digolongkan dalam status Orang Dalam Pemantauan (ODP).


“Jadi kalau ada dari luar Pekanbaru datang berkunjung, saat ia pulang wajiblah berstatus ODP. Karena interaksinya selama di Pekanbaru dapat dicurigai, kenapa? Karena Pekanbaru sudah ditetapkan sebagai wilayah terjangkit Covid-19,” ungkapnya.


Setiap orang yang melakukan perjalanan dari dan ke Pekanbaru, lanjutnya, wajib menjalankan isolasi mandiri (self isolation) di rumah masing-masing selama 14 hari. Pada masa itu, setiap warga yang memiliki riwayat perjalanan dari kota tersebut bakal di cek kesehatan tubuhnya.


“Wajib isolasi mandiri selama 14 hari, selama itu akan dilihat apakah terjadi penurunan daya tahan tubuh atau tidak terjadi apa-apa,” bebernya.


Jika nantinya terjadi perubahan kesehatan secara drastis dalam waktu 14 hari setelah melakukan perjalanan dari Pekanbaru, maka warga wajib memeriksakan kesehatannya dan akan berganti status menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP).


Oleh karenanya Syamsuar mengingatkan dengan tegas, setiap warga yang memiliki riwayat perjalanan dari Pekanbaru untuk lebih waspada dan memastikan tubuh tetap prima dengan mengkomsumsi makanan bergizi, sayuran dan suplemen vitamin untuk menambah kekebalan dan daya tahan tubuh.


“Kalau bisa, jangan ke Pekanbaru. Di rumah saja, kalau mampir langsung jadi ODP,” pungkasnya.



Berita Terkait :