Kera di Kampar Serang Bocah
Kera di Kampar Serang Bocah 2 Tahun hingga Luka-luka Bekas Gigitan

Jumat, 08 Februari 2019 - 20:26:19 WIB


Wartariau.com PEKANBARU - Seekor Kera Owa Ungko (Hylobates agilis) di Kabupaten Kampar, Riau, yang dipelihara warga menggigit bocah usia 2 tahun hingga mengalami luka. Kini satwa dilindungi itu diselamatkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

"Iya benar, ada laporan Owa Ungko menggigit anak usia 2 tahun. Ungko ini dipelihara warga yang menyerang anak tetangganya. Lengan bocah yang digigit mengalami luka-luka. Kini sudah mendapat pengobatan. Pemiliknya berada di Desa Bandur Picak, Kecamatan Koto Kampar," kata juru bicara BBKSDA Riau Dian, dikutip dari detikcom, Kamis (8/2/2019).

Menurut Dian, pihaknya menerima laporan terkait pemeliharaan satwa yang dilindungi itu. Kepala Bidang Wilayah II BBKSDA Riau Heru Sutmantoro pun memerintahkan Kepala Resor Kampar Salman menyelamatkan satwa tersebut.

"Kemarin sore tim BBKSDA Riau menuju ke lokasi tempat pemeliharaan Owa Ungko tersebut," kata Dian.

Tim melakukan koordinasi dengan perangkat desa untuk menuju ke rumah yang memelihara Owa Ungko dilindungi itu.

"Tim melakukan penyelamatan dibantu warga desa setempat dengan cara dilakukan penggiringan ke kandang," kata Dian.

Jenis kera ungko ini, kata Dian, diperkirakan berusia 9 tahun berjenis kelamin jantan. Setelah diselamatkan, ungko tersebut dievakuasi dari Kampar ke kandang transit yang ada di BBKSDA Riau di Pekanbaru.

"Masih dilakukan observasi ke ungko sebelum nantinya dilepasliarkan kembali ke habitatnya," kata Dian.

Sementara itu, Kepala BBSKDA Riau Suharyono mengimbau kepada masyarakat yang memelihara satwa dilindungi untuk diserahkan kepada pihaknya.

"Kami mengimbau siapa pun yang memelihara satwa dilindungi kiranya segera menyerahkan ke BBKSDA Riau. Jika tidak, selain dikenai sanksi UU No 5 Tahun 1990, juga membahayakan. Karena suatu saat hewan itu dapat menunjukkan sifat keliarannya," kata Haryono.

"Peristiwa yang terjadi di Kampar menjadi perhatian serius buat kita," tutup Haryono. (*)


Berita Terkait :