Dekranasda Kampar
Dekranasda Kampar Ingin Kembangkan Batik

Jumat, 25 Mei 2018 - 20:05:19 WIB


Wartariau.com Kunjungan Dekranas Kampar berkunjung ke Rumah Batik Andalan binaa Community Development RAPP di Pangkalan Kerinci, Pelalawan.Kunjungan Dekranas Kampar berkunjung ke Rumah Batik Andalan binaa Community Development RAPP di Pangkalan Kerinci, Pelalawan.

PANGKALAN KERINCI - Dewan Kesenian Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kampar ingin mengembangkan batik khas Kampar. Kepala Bidang Pemberdayaan UKM Kabupaten Kampar, Ibrahim MSi mengatakan hal ini dilakukan agar melestarikan batik Melayu yang ada di Riau.

"Kami mengirimkan empat warga Kampar untuk belajar Batik di Rumah Batik Andalan binaan Community Development PT RAPP. Tujuannya agar nantinya mereka bisa membuat batik khas Kampar," tutur Ibrahim.

Selain itu, Ibrahim mengatakan ingin bersinergi dengan RAPP untuk mempromosikan batik. Saat berkunjung ke Rumah Batik Andalan, Rombonhan Dekranasda Kampar tampak antusias melihat proses pembuatan batik. Ia melihat satu persatu proses pengerjaan batik dari mencanting hingga mewarnai. Kemudian ia juga sempat berbincang-bincang dengan pembatik yang sedang bekerja di sana.

"Kami juga ingin meningkatkan perekonomian warga dengan batik ini,setelah belajar di Rumah Batik Andalan RAPP, mereka bisa membuat batik dan menjualnya sehingga bisa memperoleh pendapatan untuk keluarga mereka," tutur Ibrahim saat di Rumah Batik Andalan Community Development RAPP.

Turut Hadir Bendahara Dekranasda Kampar, Secha Dillon dan Ketua Ikatan Wanita Riau Andalan (IWARA) Azrina Rudi Fajar dan Head Empowerment Community Development RAPP.

"Kami sangat senang dengan kedatangan rombongan dari Kampat. Kami juga sangat senang mampu berbagi ilmu dengan ibu-ibu dari Kampar. Kiranya Batik yang akan segera dikembangkan dapat menambah keberagaman batik Provinsi Riau," ucap CD Manajer RAPP, Sundari Berlian yang didampingi Ketua IWARA, Azrina.

Ia menambahkan saat ini Rumah Batik Andalan telah menghasilkan lima motif batik yang sudah dipatenkan diantaranya Bono, Akasia, Lakum, Timun Suri dan Eukaliptus.



Berita Terkait :