Honor Guru Madrasah Cuma RP 200.000
Negeri Kaya Minyak, Honor Guru Madrasah Cuma RP 200.000

Senin, 07 Mei 2018 - 20:48:12 WIB


Wartariau.com BUKItBATU - Kampanye dialogis Syamsuar-Edi di Bukit Batu Kabupaten Bengkalis dihadiri ratusan masyarakat setempat. Pada kampanye dialogis calon Gubernur nomor urut 1 Drs. syamsuar menerima berbagai keluhan dari Kalangan Masyarakat dan guru.

Syamsuar  mengaku Prihatin ketikaenerima keluhan dari Kalangan guru madrasah yang ada di negeri terkaya di Provinsi Riau ini,kenapa, gaji honor madrasah di Kabupaten Bengkalis  jauh merosot .

Jika dibanding tahun-tahun sebelumnya berkisar Rp650.000 hingga Rp1.000.000, namun kini hanya Rp200.000 perbulannya.

Hal tersebut juga ditanyakan oleh warga pakning  irwan saat kampanye dialogis di jalan sudirman tadi pagi,Bagaimana komitmen bapak jika menjadi gubernur Riau nanti, kata Erwan .
Menanggapi hal itu, Syamsuar menyebutkan hal itu menjadi catatan baginya sejak mulai melakukan kampanye ke sejumlah wilayah Kabupaten Kota di Riau. Sebab, tenaga pendidik madrasah juga merupakan profesi yang harusnya mendapatkan honor yang layak.

"Kami di Siak gaji guru madrasah itu mulai dari Rp600 ribu perbulannya. Di Siak kami juga sudah memiliki Perda wajib belajar DTA dan MDA. Tujuannya agar anak-anak di Siak pandai mengaji, Bengkalis juga bisa membuat yang sama jika mau," kata Syamsuar berjanji akan meningkatkan honor guru madrasah di Riau jika menjadi Gubernur Riau.


Di Kabupaten Siak itu, kata Syamsuar, jumlah sekolah agama dengan sekolah umum hampir sama banyaknya. Untuk tingkat MI saja ada sekitar 29 unit, MTs 40 unit dan Ma (Madrasah Aliyah) ada sekitar 19 unit.

"Menjadi pemimpin itu tidak hanya di dunia saja, nanti diakhirat akan diminta pertanggungjawabnny oleh Allah SWT. Jadi guru-guru madrasah jangan takut, kami bersama pak Edy akan memperjuangkan ini," sebutnya lagi.

"Anak-anak sekarang harus dibekali dengan agama yang kuat. Karena kemajuan teknologi khusus yang negatif dapat merusak generasi muda saat ini. Kalau tidak diimbangi dengan pendidikan agama yang lebih, akan hancur anak-anak kita nanti," ungkap Pria yang menamatkan pendidikan SMA di Kabupaten Bengkalis.(R/rls)



Berita Terkait :