Dewan Dukung Pembentukan Tim Penyelamatan Riau Air | KPK Periksa Politisi PKB asal Riau Delapan Jam | JE Sudah Keliling Sejumlah Daerah di Riau | Kursi M Dunir Masih Aman di DPRD Riau | Mendagri Sudah Tegur Bupati Kuansing | Perkantoran Pulau Padang Mulai Dikepung Massa
Selasa 22 Mei 2012

Lawan Arogansi PT Palma Satu
Ribuan Warga Inhu Sudah Mendaftar Ikut Perang


Rabu, 16 November 2011 - 11:08:41 WIB
RENGAT BARAT- Dilaporkannya Bupati Inhu, Yopi Arianto ke Polda Riau terkait kasus penamparan karyawan PT Palma Satu menyulut emosi warga. Apalagi sebelumnya pihak perusahaan sempat melontarkan tantangan perang dengan masyarakat Inhu. Saat ini dikabarkan sudah ribuan warga yang mendaftar untuk ikut perang.

Ketua Front Inhu Bersatu (FIB), Ismail didampingi Sekretaris, Supri Handayani menyebutkan saat ini sudah ada sekitar 12.600 orang yang menyatakan tekad siap berperang dengan PT Palma Satu. Hal ini dipucu sikap arogan perusahaan yang dinilai telah menginjak-injak marwah masyarakat dan kepala daerah. “ Ribuan orang telah mendaftarkan diri untuk turun bersama-sama melawan PT Palma Satu yang dinilai sudah keterlaluan,” tegas Ismail.

Kekuatan yang tegabung dalam FIB itu, dikatakan Ismail terdiri dari sejumlah LSM, Ormas dan masyarakat Inhu hingga dari luar Inhu. "Mari kita buktikan kalau kita ada dan kita sebagai masyarakat Inhu harus peduli dan peka dengan persoalan yang kita hadapi," ujar Ismail beberapa waktu lalu.

Sementara Sekretaris FIB, Supri Handayani menyampaikan untuk langkah awal mereka akan melakukan konsolidasi melalui aksi yang digelar Rabu (16/11) ini di kantor Bupati dan DPRD Inhu.

"Ini untuk melihat reaksi perusahaan. Kalau dari aksi yang kita lakukan nanti tercapai kesepakatan antara pemerintah dan pihak perusahaan, maka aksi tidak akan kita lanjutkan. Perang adalah langkah terakhir jika perusahaan tetap mempertahankan arogansinya," ujar Supri Handayani.

Wakil Ketua DPRD Inhu, Arwan Citra Jaya menghimbau masyarakat agar tetap menjaga situasi kondusif dan tidak bersikap anarkis saat berorasi. "Secara pribadi, saya sangat setuju dengan aksi itu. Ini menyangkut marwah daerah dan pemimpin kita. Masyarakat Inhu sangat santun, tapi jangan sampai hak-hak masyarakat tempatan diabaikan begitu saja," ujarnya. (riaupeople.com)

Foto: ilustrasi perang


Berita Terkait :
(433) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)