Sudah Dilaporkan ke Polda Riau Bupati Inhu Tampar Karyawan PT Duta Palma
Kamis, 10 November 2011 - 16:56:37 WIB PEKANBARU- Bupati Indragiri Hulu (Inhu) Yopi Arianto tidak mempermasalahkan dirinya dilaporkan ke Polda Riau oleh karyawan PT Duta Palma yang menjadi korban pemukulannya.
Ia mengakui telah menampar dua karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit demi membela kepentingan masyarakat yang lahannya dirampas perusahaan tersebut
"Saya menampar mereka tentu ada alasan. Ini karena saya sebagai kepala daerah ditantang pihak perusahaan untuk perang. Bayangkan saja, saya bupati saja diajak perang, bagaimana dengan masyarakat," kata Yopi dalam perbincangan dengan wartawan lewat telephon, Kamis (10/11).
Dijelaskan Yopi, kehadirannya di Kecamatan Batang Gangsal, Inhu untuk menyelesaikan kasus sengketa lahan antara perusahaan dengan masyarakat sekitar. Bupati Inhu ini mengklaim, ribuan hektar kebun sawit PT Duta Palma menyerobot lahan rakyat.
"Saya minta masalah ini diselesaikan, karena pihak perusahan tidak mengantongi izin. Tapi kok malah saya diajak perang. Wajarlah saya tampar mereka. Dan saya siap menghadapi laporan mereka di Polda Riau," tutur bupati termuda di Indonesia tersebut.
Yopi menegaskan, bahwa dirinya dan Pemkab Inhu sangat senang dengan keberadaan investor. Namun, tetap saja setiap kegiatan usaha harus mengikuti ketentuan berlaku.
"Pihak PT Dulta Palma di Kecamatan Batang Gangsal tidak memiliki izin perkebunan. Mereka merampas tanah rakyat dengan semena-mena. Wajarkan saya membela rakyat yang tertindas. Jangan seenaknya perusahaan itu mencaploki tanah masyarakat untuk kepentingan bisnisnya," tukas Yopi.
Lebih lanjut Yopi mengatakan, selama ini perusahaan sudah diingatkan agar tidak merampas tanah warga. Pihak pemerintah setempat juga meminta agar pihak perusahaan segera melakukan ganti rugi kepada masyarakat.
"Tapi semua intruksi Pemkab Inhu tidak mereka gubris. Perusahaan itu memang bandel. Mentang-mentang punya kebun sawit luas di Riau, mereka mau berbuat sesuka hatinya merampas tanah rakyat," kata Yopi.
Terkait laporan di Polda Riau, Yopi menyebut, selaku warga taat hukum, akan memenuhi panggilan tim penyidikan bila diminta.
"Saya tidak akan lari dari tanggungjawab. Saya siap kalau dimintai keterangan Polda Riau. Saya melakukan hal itu karena harga diri pemerintah diinjak-injak perusahan," kata Yopi. (riauterkini.com)