Kerjasama Selatan-selatan Provinsi Riau Dikunjungi 18 Negara Dunia
Selasa, 04 Oktober 2011 - 09:56:00 WIB PEKANBARU - Provinsi Riau ditunjuk menjadi tuan rumah south-south cooperation (SSC) atau kerjasama selatan-selatan, yang diikuti 18 negara, Selasa (4/10) di Hotel Labersa. Dipilihnya Riau oleh UNESCO, karena memiliki cagar biosfir berkelas dunid di Giam Siak Kecil.
Gubernur Riau HM Rusli Zainal mengatakan, SSC ini akan dibuka oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. Dikatakan Gubri, kegiatan ini mengambil konsep Man And Biosfer (MAB), yang akan membahas tentang manusia, kebudayaan dan alam.
"Ini merupakan yang kedua kalinya digelar. Kegiatan ini yang menyelenggarakan UNESCO, lembaga PBB yang berpusat di Paris, Prancis. Kita ditunjuk sebagai tuan rumah karena kita memiliki Cagar Biosfir Giam Siak Kecil," ujar Gubernur.
Gubri menyebutkan, Cagar Biosfir Giam Siak Kecil merupakan bisofir yang ketujuh di Indonesia dan yang ke 564 dari 109 negara di dunia yang memiliki cagar biosfir.
Dipilihnya Indonesia yakni Riau sebagai tuan rumah pertemuan ini, dikarenakan Indonesia bersama dua negara lainnya di dunia yakni Kongo dan Brazil, merupakan negara dengan jumlah hutan tropisnya cukup banyak.
Yang akan menjadi peserta dijelaskan Gubri adalah, disamping Indonesia, Kongo dan Brazil, akan datang juga perwakilan dari negara dengan kontribusi penelitian yakni Jepang, China dan Taiwan, selanjutnya 10 negara dari ASEAN, ditambah dengan satu negara dari benua Afrika Mali, dan dari benua Eropa Perancis.
"Total jumlah negara yang ikut 18 negara. Sepuluh negara Asean, Satu Afrika yaitu Mali, Eropa yakni Perancis yang merupakan partisipasi," jelasnya.
Adapun rangkaian kegiatan SSC ini papar Gubri, hari pertama mendengar laporan sidang SSC I di Kongo. Hari Kedua, ekspos komitmen tiga negara yang tergabung dalam SSC.
Hari ketiga lanjutnya, ekspos hasil-hasil riset dan negara-negara yang melakukan konservasi. Hari keempat kunjungan ke lapangan. "Seperti field trip ke perkebunan dan pusat riset di perusahaan yang ada di Siak. Lalu mengunjungi Istana Siak, ini konsep budayanya,"ujar Gubri. (riauplus.com)