Dewan Dukung Pembentukan Tim Penyelamatan Riau Air | KPK Periksa Politisi PKB asal Riau Delapan Jam | JE Sudah Keliling Sejumlah Daerah di Riau | Kursi M Dunir Masih Aman di DPRD Riau | Mendagri Sudah Tegur Bupati Kuansing | Perkantoran Pulau Padang Mulai Dikepung Massa
Senin 21 Mei 2012

Sudah Dianggarkan di APBD-P 2011
Rusli Ahmad Sebut Rp 30 Miliar Bisa Selamatkan Riau Air


Selasa, 20 September 2011 - 10:55:03 WIB
PEKANBARU- Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau asal Fraksi PDIP Rusli Ahmad mengungkapkan optimisnya Maskapai Riau Air Lines atau Riau Air bisa mengatasi masalah perizinan dengan baik dan pada akhirnya, eksistensi Riau Air bisa berlanjut.

Keyakinan politisi muda itu dengan syarat, kesepakatan dengan dewan saat pembahasan usulan Rp 30 miliar untuk Riau Air di APBD-P 2011 dijalankan dengan baik.

"Saya yakin kalau kesepakatan dalam pembicaraan dengan Banggar dilaksanakan dengan baik, masalah Riau Air bisa diatasi," ujarnya, Selasa (20/9).

Dikatakan, ada tiga rekomendasi penggunaan dana Rp 30 miliar yang disetujui Banggar DPRD Riau. Pertama, digunakan untuk mengangsur sebagian hutang. Kedua, membayar pesangon sekitar 300 karyawan.

"Masalah eks karyawan ini penting diselesaikan. Tidak bisa diabaikan begitu saja, karena menyangkut hak mereka," ujarnya.

Ketiga, digunakan untuk menyewa dua pesawat agar bisa segera diterbangkan dalam rangka memenuhi syarat untuk memperpanjang izin yang segera kedaluarsa. Riau Air harus menyewa pesawat untuk kembali terbang. Sebab tiga pesawat Foker 50 yang dimilikinya dalam kondisi rusak. Untuk memperbaikinya diperlukan dana lebih Rp 70 miliar.

"Dari penjelasan direksi Riau Air saat pertemuan dengan kami, dana Rp 30 miliar cukup untuk ketiga rencana tersebut," ujarnya.

Karena itu, Rusli Ahmad mengharapkan kepada semua pihak, terutama pemegang saham untuk mempercayakan kepada direksi menjalankan ketiga rencana tersebut. "Jangan ada interfensi kepada direksi dalam menjalankan tugasnya. Justru sebaiknya, direksi didukung untuk bisa menyelematkan Riau Air," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, politisi yang juga Ketua Federasi Panjat Tebing Seluruh Indonesia (FPTSI) Riau ini mengingatkan bahaya besar yang muncul jika izin Riau Air gagal diperpanjang, yaitu ditutupnya maskapai tersebut.

"Kalau tutup begitu saja tidak apa-apa, ini meninggalkan hutang lebih dari Rp 200 miliar. Siapa yang akan membayar? DPRD tidak akan pernah menyetujui anggaran untuk mencicil hutang sebesar itu setiap tahun," tegasnya. (riauterkini.com)





Berita Terkait :
(633) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)