Dewan Dukung Pembentukan Tim Penyelamatan Riau Air | KPK Periksa Politisi PKB asal Riau Delapan Jam | JE Sudah Keliling Sejumlah Daerah di Riau | Kursi M Dunir Masih Aman di DPRD Riau | Mendagri Sudah Tegur Bupati Kuansing | Perkantoran Pulau Padang Mulai Dikepung Massa
Senin 21 Mei 2012

Buntut Kasus Keracunan
Vanvollano Duri Diminta Tutup Sementara


Minggu, 11 September 2011 - 21:22:23 WIB
DURI - Kasus keracunan makanan yang menimpa 12 warga Duri, Kecamatan Mandau mendapat tanggapan serius dari berbagai pihak. Desakan agar toko roti tersebut ditutup sementara juga mulai bermunculan. Baik dari kalangan LSM, tokoh masyarakat maupun tokoh wanita.

Berkenaan dengan kasus keracunan yang cukup menghebohkan itu, Camat Mandau melalui sekcam, Syamsul Bahri ketika di konfirmasi mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima rekomendasi dari dinas kesehatan dan segera akan melakukan tindakan penertiban.

"Kita sudah menerima hasil rekomendasi dari dinas kesehatan dan segera melakukan tindakan penutupan sementara. Tindakan tutup sementara ini diberlakukan sembari menunggu mereka membenahi poin-poin yang disarankan dari rekomendasi itu," ujarnya beberapa waktu lalu.

Terkait dengan perizinan toko roti terbesar di Duri itu, Kasi pemerintahan Kantor Camat Mandau, Toharuddin yang turun ke TKP mengatakan kalau sejauh ini permasalahan izin pihak Van Hallano lengkap.

Hanya saja pihak Van Hollano tentu harus memperhatikan dari sisi kebersihan lingkungan toko. "Soal perizinan, tidak ada masalah dan semua lengkap. Namun dari sisi kesehatan dan kebersihan yang menjadi masalah," ungkapnya.

Disisi lain, Kepala UPTD Dinas Kesehatan Kecamatan Mandau, Susilowati yang dikonfirmasi terpisah menegaskan bahwa hasil obervasi tim dan segala permasalahan terutama sanitasi air limbah serta pengolahan sudah disampaikan kepada Camat Mandau.

Rekomendasi yang ditujukan kepada Camat dan ditembuskan kepada Dinas Kesehatan Riau dan Bengkalis serta Van Hallano itu menyarankan agar pihak Van Hollano Duri melakukan perbaikan bahagian dapur, penyediakan lemari penyimpanan, menjaga kebersihan cetakan roti serta memperbaiki sanitasi air limbah yang menggenang di dapur.

"Justru dari sisi kebersihan itulah munculnya keracunan yang di sebabkan bakteri. Kita hanya membuat rekomendasi. Pihak Kecamatanlah yang berhak untuk melakukan upaya penutupan. Paling tidak mereka harus memenuhi standar kebersihan dan kelayakan sebuah toko roti, baru bisa beroperasi kembali," ujar Susilowati. (riauterkini.com)

Foto: suasana proses jual beli di salah satu toko vanhollano


Berita Terkait :
(489) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)