Senin 06 Februari 2012

Cegah penularan Penyakit Antraks
Riau Seleksi Ketat Sapi Jawa


Kamis, 03 Maret 2011 - 16:39:00 WIB
PEKANBARU- Dinas Peternakan Provinsi Riau akan menyeleksi dengan ketat sapi yang masuk dari Jawa untuk mencegah penularan penyakit Antraks.

"Selama ini pasokan sapi di Riau banyak berasal dari daerah lain, terutama dari Jawa. Karena itu lalu lintas sapi dari Jawa akan diperketat," kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Riau, Patrianov, di Pekanbaru, Rabu (2/3).

Patrianov mengatakan hal tersebut menyusul merebaknya kasus antraks di Boyolali, Jawa Tengah. "Kalau daerah penghasil mungkin bisa seenaknya mengirimkan sapi baik yang sehat atau tidak. Tapi kalau kita daerah penerima harus selektif dan ketat," ujarnya.

Pengetatan tersebut yakni dengan cara melihat kelengkapan dokumen pengantar sapi yang akan masuk, pengecekan fisik sapi, serta memonitor selama tiga bulan perkembangan sapi di tempat pengembangan.

Selain itu, setiap sapi dari Pulau Jawa yang masuk ke Sumatra harus melewati satu pintu pemeriksaan di pelabuhan Merak, Banten. "Bila pengetatan itu tidak dilakukan, dikhawatirkan bakal banyak penyakit yang ada pada sapi menular di Riau," ujarnya.

Hingga saat ini belum ada kasus antraks di Riau. Ada sekitar 50 ribu ekor sapi yang masuk ke Riau setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan, yang 35 ribu di antaranya merupakan sapi potong. Sedangkan, sekitar 15 ribu sisanya adalah untuk pengembangan.

Meski begitu, ia mengatakan pasokan dari Jawa tidak terlalu besar. Pasokan sapi di Riau paling banyak dari Lampung, Sumatra Selatan, Jambi, dan Sumatra Barat. (kompas.com)


Berita Terkait :