Dewan Dukung Pembentukan Tim Penyelamatan Riau Air | KPK Periksa Politisi PKB asal Riau Delapan Jam | JE Sudah Keliling Sejumlah Daerah di Riau | Kursi M Dunir Masih Aman di DPRD Riau | Mendagri Sudah Tegur Bupati Kuansing | Perkantoran Pulau Padang Mulai Dikepung Massa
Senin 21 Mei 2012

Telat Akibat Pemilukada
APBD Rohul Rp 926,7 M Disahkan


Sabtu, 26 Februari 2011 - 17:25:44 WIB
PASIRPANGARAIAN- Sempat terkendala Pemilukada Rokan Hulu, periode 2011-2016 mendatang. Akhirnya, DPRD Rokan Hulu, mensahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Rokan Hulu sebesar Rp926.752.268.543,-.

Nilai APBD Rohul tahun 2011 ini lebih kecil dibandingkan, 2010 lalu sekitar Rp1,065 triliun.

Besaran APBD Rokan Hulu 2011 ini, dari hasil pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2010 lalu sebesar Rp939.817.137.179,-, diperuntukkan untuk pembangunan pada tahun 2011 mendatang. Dan sebelumnya, tahun 2009, penerimaan PAD sebesar Rp994.479.983.647,18,-.

Sebelumnya, dana untuk belanja daerah yang dianggarkan tahun 2011 mendatang sebesar Rp974.717.366.179,-. Tahun 2010 sebesar Rp1.105.563.010.714,97,-. Dan kemudian untuk rancangan pengeluaran pembiayaan tahun 2011 mendatang sebesar Rp5 miliar.

Dari besaran dana yang disahkan DPRD sebesar Rp926.752.268.543,-. Kedepannya diperuntukkan untuk menjalankan program di 23 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), enam untuk program badan dan kantor, serta untuk pembangunan di 16 kecamatan.

Dikatakan Ketua DPRD Rokan Hulu, H Hasanuddin Nasution SH, rapat paripurna kali ini sekaligus pengesahan dan persetujuan. Minimal tiga hari kedepan, atau paling lambat Senin (28/2), berkas RAPBD sudah harus masuk ke Provinsi Riau untuk segera dievaluasi.
Provinsi tidak berhak mencoret, namun hanya memberikan saran bagaimana penempatannnya pos-posnya nanti.

"Setelah dievaluasi, hasil evaluasi kami akan diundang ke provinsi, dan dikembalikan ke Rokan Hulu, dan selanjutnya dilakukan sinkronisasi, setelah itu langsung dana langsung bisa digunakan," ujar Hasanuddin, kepada sejumlah wartawan, usai Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Badan Anggaran, tentang RAPBD, di Gedung DPRD, Jumat (25/2).

Ungkap Hasanuddin, pembahasan RAPBD kali ini sedikit terlambar, sebab bersamaan dengan Pemilukada Rokan Hulu. Masing-masing anggota DPRD ikut menjadi Tim Pemenangan calon masing-masing, akibatnya ada penundaan pengesahan.

“Tentu kita harus ikut aturan partai, namun keterlambatan vatal, dan kita tidak dikenakan sanksi oleh pemerintah pusat, dan kita tetap akan terima insentif dalam anggaran,” ujarnya.

Sebelumnya, pada pembacaan laporan Tim Badan Anggaran DPRD yang dibacakan Baihaqi Adhduha Lc, anggota Fraksi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dikatakan penurunan PAD Rokan Hulu, disebabkan adanya pihak rekanan yang belum menyetorkan dana bagi hasil (DBH) sebesar Rp64 miliar dari bidang Migas, sehingga Tim Banggar tidak mencantumkannya.

Bupati Rokan Hulu, Drs H Achmad M.Si, membenarkan adanya rekanan yang belum membayarkan DBH, yaitu dari bidang Migas sebab ada kebijakan pusat, dan itu tergantung pusat, serta tergantung harga minyak dunia.

“Ini bukan penurunan PAD kita, namun ada rekanan yang memang belum membayarkan DBH dari bidang Migas, namun dalam waktu dekat itu akan dibayarkan,” ucapnya.

Jelas Bupati Achmad, dengan disahkan APBD Rokan Hulu tahun 2011, akan segera dilakukan program-program yang sudah dibuat masing-masing SKPD, namun masih menunggu evaluasi dari provinsi.

APBD tahun 2011 ini, akan digunakan untuk pembangun enam item, sesuai visi misi Bupati Achmad, yang sudah disampaikan sebelumnya, diantaranya pembangunan SDM, peningkatan SD aparatur, peningkatan ekonomi kerakyatan, pembangunan infrastruktur, serta implementasi nilai-nilai sosial, budaya, agama, dan terakhir untuk otonomi desa. (riauterkini.com)



Berita Terkait :
(324) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)