Dewan Dukung Pembentukan Tim Penyelamatan Riau Air | KPK Periksa Politisi PKB asal Riau Delapan Jam | JE Sudah Keliling Sejumlah Daerah di Riau | Kursi M Dunir Masih Aman di DPRD Riau | Mendagri Sudah Tegur Bupati Kuansing | Perkantoran Pulau Padang Mulai Dikepung Massa
Senin 21 Mei 2012

Suparman (Anggota DPRD Riau)
Sejak Kecil Sudah Mandiri


Minggu, 21 Agustus 2011 - 00:11:20 WIB
Tegas, disiplin, jujur dan berani. Itu yang tergambar dari sosok seorang Suparman. Ia adalah wakil rakyat yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, dari Fraksi Partai Golkar.

Periode 2009-2014 ini merupakan kali kedua ia menjabat. Periode sebelumnya untuk masa bakti 2004-2009 dan berhasil ia lalui dengan amanah.

Suparman berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Untuk periode kali kedua, Suparman juga diamanahkan sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Rokan Hulu.

Ia juga masih menjabat Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau, sebuah organisasi yang membawahi semua Organisasi Kepemudaan (OKP) yang ada di Riau. Maka tak heran di kalangan pemuda namanya cukup dikenal sampai di tingkat nasional.

Siapa Suparman? Ia adalah anak sulung dari tujuh bersaudara. Suparman terlahir dari pasangan H Pakso - Hj Neng Sutinah. Pakso adalah pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai Mantri yang kala itu bertugas di Desa Kota Lama, Kecamatam Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu.

Ketika Pakso masih aktif bertugas, Desa Kota Lama masih tergabung bersama Kabupaten Kampar. Kemudian terjadi pemekaran dan Kota Lama tergabung dengan Kabupaten Rokan Hulu.

Di Desa Kota Lama ini lah Suparman dilahirkan, tertanggal 5 Juni 1969 silam. Di desa ini juga Suparman menghabiskan masa kanak-kanaknya hingga tamat sekolah dasar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu.

Suparman yang memiliki panggilan kecil Iman ini, memiliki enam orang adik, masing-masing Syafrizal, Supriadi, Suhendri, Sumarni, Sugesti dan Sumartini.

Tegas, disiplin, jujur dan berani yang kini tertanam kokoh pada diri Suparman, tidak terbangun begitu saja, tapi melalui proses panjang dan tentu sangat melelahkan serta penuh warna. Sebab sedari kecil ia sudah terdidik mandiri.

Ketika baru akan naik tingkat Kelas VI SD, Ibunya, Hj Neng Sutinah pindah ke Pekanbaru. Namun Suparman kecil tidak turut pindah. Ia memilih ingin menyelesaikan sekolah dasarnya di desa tersebut. Bapaknya, H Pakso yang bertugas sebagai mantri, juga turut bertahan di desa itu menjalankan tugas hari-harinya memberi kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sejak itu kemandirian Suparman mulai dibangun. Suparman kecil sudah harus mengurus pakainnya sendiri, termasuk pakain sekolah dan makan. Sebab Ibunya sudah pindah ke Pekanbaru, sementara Bapaknya sudah harus keliling kampung sebagai mantri. Maka tak heran Suparman dikenal jago masak.

Sepulang sekolah Suparman juga mengembala dan berkebun. Kegemarannya menggembala kini menjadi hobi, bahkan berkat hobinya itu, ternak Kerbaunya sudah berkembang dan maju pesat yang kini berjumlah ribuan ekor. Suparman memang sejak kecil sudah dikenal sebagai sosok pekerja keras. Sesekali ia juga turut mendampingi Bapaknya keliling desa mendatangi sejumlah warga yang membutuhkan perawatan kesehatan.

Kemudian usai menamatkan sekolah dasar, baru Suparman turut dipindahkan ke Pekanbaru menyusul Ibunya. Kemudian Suparman melanjutkan pendidikannya di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 09, Jalan Dahlia, Pekanbaru.

Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) diselesaikan di SMAN 03 Pekanbaru. Sementara Strata Satu-nya diselesaikan di Kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Riau (UR).

Tak cukup sampai disitu, Suparman juga sudah menyelesaikan pendidikan Strata Dua (S2)-nya yang bergelar M.Si, di universitas yang sama. (*)