Senin 06 Februari 2012

Alfedri: Wabup Siak
Waktu Kecil Ngajar Ngaji


Sabtu, 30 Juli 2011 - 14:28:09 WIB
Terlahir dari keluarga sederhana dan berlatar petani di Rokan, Alfedri kecil mengaku tidak pernah bermimpi dan terbayang atau bercita-cita menjadi pasangan kepala daerah. Sebab untuk sampai pada jabatan camat saja, dinilai cukup berat.

"Orangtua saya memang pernah menjabat kepala kantor sekcam. Namun kala itu kami tetap bertani. Sepulang sekolah saya tetap ke ladang dan mencangkul. Bahkan isteri saya tidak percaya kalau saya bisa mencangkul," ujar Alfedri.

Menariknya Alfedri kala itu bahkan sempat bercita-cita ingin menjadi Sarjana Perikanan. Sebab di belakang rumahnya ada kolam ikan. "Saya juga sempat kuliah di Perikanan, sebelum akhirnya diterima di Institut Pemerintahan (IP)," ujarnya.

Kedua orangtuanya, H Ridwan Dailani dan Hj Latifah Dairi juga tidak pernah terbayang anak sulung dari enam bersaudara ini bakal menjadi pasangan kepala daerah. "Begitu terpilih kemarin, orangtua cukup terharu dan beliau memang tidak pernah terpikir saya bakal menjadi wakil bupati," ujarnya.

Dirinya juga memang tidak pernah terniat ingin sampai pada jabatan politis tersebut. Namun pasca lebaran lalu, begitu mendapat sinyal dari Syamsuar dan setelah berkonsultasi dengan seniornya, Sekda dan Bupati Arwin, ia pun bersedia dipasangkan dengan Syamsuar.

Alfedri kecil juga seperti anak-anak kebanyakan di kampungnya. Setiap sore berangkat ke mushala untuk mengaji, sambil dibekali lampu teplok. Sebab di mushala kampungnya belum tersedia aliran listrik.

"Sekitar kelas lima SD saya sudah mulai mengajar ngaji di kampung. Bersama teman-teman yang lain, saya juga tidurnya di mushala. Jadi masa kecil saya itu memang seperti anak-anak kampung kebanyakan," ceritanya.

Diakui juga ia tidak terlalu menonjol, tapi selalu aktif dalam banyak kegiatan, termasuk olahraga Sepakbola. "Saya memang hobinya olahraga Sepakbola. Bahkan begitu melanjutkan sekolah di Pekanbaru, hobi ini masih terus berlanjut," ujarnya.

Menyangkut organisasi, Alfedri memang dikenal aktif, baik organisasi dimana beliau tengah menuntut ilmu, maupun organisasi sosial kemasyarakatan lainnya. "Kalau di OSIS itu saya selalu dapat jabatan seksi kerohanian. Jadi giliran baca doa selalu saya," ujarnya sambil berklakar. (*)