Senin 06 Februari 2012

Meizar Effendi, SE, AK, MM (Ka Dept Anggaran PT Pupuk Kaltim asal Riau)
Orangtua Wafat Saat Kuliah Berlangsung


Kamis, 21 Januari 2010 - 20:37:30 WIB
Ia pernah menjabat Direktur Utama PT Pukati Pelangi Bahana Agropolitan Gorontalo, dalam rentang waktu 2006-2007. Pernah juga menjabat Komisaris PT Bintang Sintuk Hotel Bontang dalam rentang waktu 2005-2008.
Kini jabatan strategis yang ia emban adalah Kepala Dept Anggaran PT Pupuk Kaltim sejak 2008 lalu. Jabatan strategis lainnya Sekretaris Dewan Komisaris PT Kaltim Daya Mandiri, Bontang, sejak 2004 lalu sampai sekarang.
Itu lah Meizar Effendi SE, AK, MM. Pria asal Pekanbaru, Riau, yang tergolong sukses di perantaun. Namun apa yang dapat hari ini tentu bukan lah sebuah warisan, tapi melalui proses perjuangan yang cukuk panjang dan melelahkan.
PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) adalah sebuah perusahaan industri strategis di Indonesia dengan empat unit pabrik Amoniak dan lima unit pabrik Urea yang saat ini termasuk perusahaan pupuk terbesar di dunia yang berpusat di Bontang, Kaltim.
"Karir pertama saya dimulai sebagai staf akuntansi, seterusnya dipindah beberapa kali di beberapa bagian namun masih berkaitan dengan bidang akuntansi atau keuangan,"ujar Meizar mengawali bincang-bincangnya bersama Tribun beberapa waktu lalu.
Meizar adalah asli pria kelahiran Kota Pekanbaru tahun 1966 silam. Orangtuanya bernama Bachtiar Rachman dan Nurjanah. Bachtiar adalah pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) diselesaikan di Pekanbaru. Kemudian baru pindah ke Yogyakarta, dan diterima di Fakultas Ekonomi UGM (Universitas Gajah Mada), Jurusan Akuntansi.
Perjalanan selama masa kuliah bukanlah hal yang mudah dilalui oleh seorang Meizar muda. Sebab tengah perjalanan menuntut ilmu, ayahanda tercinta yang menjadi tumpuan keluarga meninggal dunia, sementara adik-adik di Pekanbaru masih kecil-kecil.
"Sebagai anak laki-laki tertua dalam keluarga, tentulah kewajiban sebagai penopang keluarga nantinya yang harus saya jalani. Ini juga yang menjadi dorongan saya kala itu untuk menyelesaikan studi secepat mungkin," ujar Meizar.
Prosesnya tentu tidak mudah. Sebab Meizar harus menopang biaya sendiri selama menjalani pendidikan di Yogyakarta. "Alhamdulillah, dalam kondisi sulit saya mendapat bantuan beasiswa. Namun disamping itu, saya menjadi asisten dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogya," tambahnya.
Kemudian pada akhir masa kuliah, guna mengisi kesibukan dan mencari tambahan penghasilan, bersama beberapa teman kuliah, Meizar memberikan les privat bidang akuntansi untuk mahasiswa-mahasiswa beberapa perguruan tinggi swasta.
Selama di Yogya Meizar juga dikenal rajin membina hubungan silaturahmi dengan pelajar dan mahasiswa asal Riau melalui wadah Ikatan Pelajar Riau (IPR) Yogyakarta dan Meizar sempat menjadi ketuanya untuk Komisariat Pekanbaru.
"Berkat dukungan semua pihak, banyak kegiatan yang bisa kami lakukan kala itu, di antaranya latihan kepemimpinan, mengadakan malam kesenian Riau, kegiatan pencinta alam dan banyak lagi kegiatan positif yang berhasil kami lakukan," ujar Meizar.
Kemudian selama lima tahun menempuh pendidikan di Yogyakarta, Meizar akhirnya bisa menyelesaikan studi perguruan tinggi dengan gelar akuntan. Sejak itu Meizar mulai bersiap babak hidup baru.
Pria asal Pekanbaru ini pun mulai membuat banyak lamaran pekerjaan, termasuk di perbankan. Sebab saat bersamaan, sedang banyak lowongan pekerjaan di bidang perbankan.
"Berkat dorongan ingin bekerja cepatm saya bertekad perusahaan mana yang memanggil duluan disanalah saya bekerja, agar saya bisa membantu pendidikan adik-adik," ujar Meizar mengenang.
PT Pupuk Kaltim kala itu turut membuka lowongan di kampus. Meizar juga tak melewatkan kesempatan tersebut hingga akhirnya ia diterima. "Begitu saya sampai di Bontang, banyak panggilan dari perusahaan, tapi sudah saya putuskan tetap di Bontang, karena saya berfikir mungkin memang disinilah saya berkarir," kata Meizar.
Karir pertama dimulai sebagai staf akuntansi, seterusnya dipindahkan beberapa kali di beberapa bagian namun masih berkaitan dengan bidang akuntansi/keuangan.
"Setelah lama bekerja, dorongan mengajar kembali datang. Karena sebagian besar mahasiswa adalah para karyawan perusahaan yang ada di kota ini, maka kuliah dilakukan malam hari," tambahnya bercerita.
Setelah berbagai penugasan, perusahaan membuka kesempatan untuk menempuh pendidikan lanjutan S2 di universitas negeri terkemuka. "Kebetulan saya dicalonkan untuk pendidikan lanjutan dan bersama calon-calon lain mengikuti test internal perusahaan. Test berhasil dilewati dan saya akhirnya menempuh pendidikan Magister Manajemen di Unpad Bandung," ceritanya.
Setelah 1,5 tahun kuliah selesai kembali ke perusahaan dan ditugaskan ke anak perusahaan sebagai Kepala Divisi Bisnis Keuangan. Anak perusahaan ini bergerak di bidang kawasan industri.
Kemudian pada saat perusahan mendirikan usaha patungan dengan BUMD Gorontalo dan pihak swasta di Gorontalo untuk mendirikan pabrik pupuk NPK, Meizar ditunjuk menjadi Direktur Utama perusahaan tersebut yang diberi nama PT Pukati Pelangi Bahana Agropolitan, disamping tetap menjabat sebagai kepala divisi.
"Disamping itu pada saat bersamaan saya juga menjadi Komisaris di PT Bintang Sintuk Hotel yang mengelola sebuah hotel berbintang di kota Bontang. Saya berusaha enjoy saja dengan semua penugasan itu sesuai dengan prinsip saya "senangi apa yang dikerjakan dan kerjakan apa yang disenangi"," bebernya.
Kemudian Meizar kembali ditarik ke induk perusahaan, sebagai Kepala Departemen Anggaran di PT Pupuk Katim. Jabatan lain Sekretaris Dewan Komisaris di satu anak perusahaan di bidang power supply.
"Banyak penugasan yang saya terima sebagai anggota tim-tim khusus yang dibentuk perusahaan, seperti menjadi anggota tim privatisasi, tim penerbitan obligasi, tim pengadaan tanah, dan lain-lain," ujarnya.
Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah berusaha menambah ilmu atau wawasan di bidang apapun. Oleh sebab itu membaca buku sudah merupakan kewajiban rutin bagi dirinya, terutama sebelum tidur.
"Sesuai dengan pepatah buku adalah jendela dunia maka dengan buku kita bisa memperoleh pengetahuan apa saja. Dalam setiap perjalanan dinas saya ke Jakarta atau kota-kota lain, saya usahakan membeli buku sebagai oleh-oleh," kata Meizar. (tribun pekanbaru)